3.06.2013

Bukit Bangkirai.

Keindahan Bukit Bangkirai Kaltim 

Kalimantan Timur merupakan propinsi yang terletak pada kordinat 113 0 44’-119 0 00’ dan BT 4024’ LU-2025’ LS terluas di Indonesia, dengan luas wilayah kurang lebih 245.237,80 Km2 atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11 % dari total luas wilayah Indonesia. Propinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur.

Daerah ini memiliki sumber daya alam yang melimpah, baik berupa pertambangan seperti emas, batubara, minyak dan gas bumi, juga hasil-hasil hutan yang pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, daerah Kaltim memiliki lahan kering yang tingkat kesuburannya sangat baik untuk pengembangan usaha perkebunan, seperti perkebunan kelapa, coklat, karet, kelapa sawit, dan lada. Pariwisata di Kalimantan Timur mempunyai prospek yang baik dan masih dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Daerah ini memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, sungai-sungai, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flaora dan fauna liar, seperti yang terdapat di kawasan Taman Nasional Kutai.

Salah satunya adalah objek wisata Bukit Bangkirai di Kalimantan Timur ini sangat menarik dan patut untuk dikunjungi. Selain itu kita juga dapat merasakan suasana hutan hujan tropis yang masih alami dan mungkin hanyalah sepenggal yang tersisa. Bukit Bangkirai terletak di Kecamatan Samboja,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki luas sekitar 1.500 hektar dan merupakan kawasan hutan konservasi yang bertujuan untuk mengembangkan momumen hutan alam tropika basah. Melewati kawasan bekas hutan yang sudah gundul, di beberapa titik terdapat semak dengan batang pohon yang meranggas atau tinggal puing dan tunggul, ada pula kawasan yang telah jadi ladang padi. Pohon-pohon tinggi tidak ada lagi karena sudah dibabat habis perusahan pemegang HPH ( Hak Pengelolaan Hutan). Kondisi di kiri kanan jalan itu memang kontras dengan sepenggal hutan yang tersisa ini.
Di sini, pohon-pohon tinggi menjulang sampai puluhan meter, berdiameter sampai satu meter lebih, berdiri rapat, dan hanya ada sedikit celah untuk cahaya matahari. Belukar dan tanaman merambat memenuhi ruang antara pohon.
Bagaimanapun, lebih baik terlambat daripada tidak ada upaya penyelamatan sama sekali. Kawasan Bukit Bangkirai semula telah ditetapkan sebagai areal HPH. Namun tahun 1998 kawasan itu dijadikan Kawasan Wisata Alam dan ada dalam pengelolaan PT Inhutani-1 Mentawir-Batuampar.
Tujuan utama pengembalian fungsi hutan itu adalah untuk menyelamatkan hutan alam Kalimantan yang tersisa serta melestarikan lingkungan. Seruan yang merupakan inti semangat ekoturisme itu tertera jelas pada plang papan di tengah Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai yang luput dari pembabatan, berbunyi “Jangan ambil sesuatu kecuali gambar. Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak”.

Aneka jenis pohon langka khas Kalimantan yang terdapat di kawasan hutan itu. Ada pohon ulin atau kayu besi (eusideroxylon zwageri), meranti merah (shorea pauciflora), kayu hitam atau eboni (diospyros buxifolia), kruing (dipterocarpus cornutus), dan tentu saja bangkirai (shorea laevis). Populasi bangkirai di daerah itu tergolong banyak karena itulah kawasan wisata tersebut dinamakan Bukit Bangkirai. Diameter pohon ulin bertambah 0,5 cm setiap tahun, bangkirai 0,75 cm dan eboni 1 cm. Selain aneka pohon, rotan, dan anggrek, di hutan itu juga terdapat sedikitnya 113 jenis burung antara lain pelatuk merah, elang hitam, tepekong rangkong, punai, raja udang, burung surga, srigunting, dan elang bondol. Satwa lain yaitu owa-owa (hylobates muelleri), ular piton, beruk (macaca nemestrina), lutung merah (presbytus rubicunda), monyet ekor panjang (macaca fascicularis), kancil, dan bajing terbang.

Terdapat tujuh trek yang bisa dilewati untuk menjelajahi kawasan tersebut, tingkat kesulitan beragam dari yang ringan dan pendek (hanya 150 meter atau 300 meter) hingga yang sulit dan panjang (mencapai hitungan kilometer). Kondisi trek dibiarkan alami hanya berupa jalan setapak, pohon tumbang yang melintang di tengah jalan tidak disingkirkan jadi harus berjalan memutar supaya dapat melintas.

Kicau burung, aneka suara serangga, gesekan batang pohon, serta desiran angin di dedaunan menjadi paduan suara yang merdu untuk dinikmati saat menapaki jalan setepak di hutan itu. Dinamakan Bukit Bangkirai karena di kawasan hutan wisata ini terdapat banyak pohon Bangkirai yang tumbuh. Bahkan, pohon-pohon tersebut telah berumur lebih dari 150 tahun dengan ketinggian mencapai 40 hingga 50 meter dan diameternya 2,3 meter.

Bukit Bangkirai diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998. Salah satu keistimewaan Bukit Bangkirai adalah adanya tantangan bagi wisatawan untuk mencoba berjalan menyusuri canopy bridge (jembatan gantung) yang tingginya mencapai 30 meter dari pemukaan tanah. Panjang keseluruhan canopy bridge adalah 64 meter yang menghubungkan 5 pohon Bangkirai. Bagi wisatawan yang mempunyai masalah dengan ketinggian dapat mencobanya sebagai salah satu terapi alternatif. Dari atas canopy bridge wisatawan dapat melihat panorama hutan hujan tropis disertai dengan desiran angin kencang nan sejuk.
Jembatan rasanya terus berayun-ayun ketika baru melangkah separuh jalan. Namun demikian, sesekali mencobanya pasti kita akan merasa senang dan tertantang. Canopy bridge tersebut merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kedelapan di dunia. (Ary Desti Istikharoh)

Sumber : http://www.pantonanews.com
Artikel Terkait

16 komentar:

  1. Salam Sukses, sahabat....
    Saya berkunjung untuk silaturahmi,
    sekalian memberikan informasi untuk sahabat blogger smuanya,
    Kontes Review untuk mendukung penghijauan bumi tinggal 1 minggu lagi.
    Berhadiah JUTAAN rupiah lho....
    Kontes ini bukan kontes SEO murni jadi dapat diikuti oleh siapapun....
    Info Selengkapnya:
    www.MitraBibit.com

    BalasHapus
  2. Selamat pagi, saya yakin kalimantan masih banyak hutan agrowisata walaupun belum pernah menginjakkan kaki di sana, semoga menjadi tempat pendidikan sekaligus sumber oksigen dunia

    NB# Follower

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih kunjungan and responnya sob...salam..

      Hapus
  3. sungguh indah dan menawan ,salam kenal sob ,jangan lupa mampir ya

    BalasHapus
  4. wah,,, pengen kesana sob,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. smg keinginannya terkabul sob...slmt siang..

      Hapus
  5. assalamualaikum, marhaban ya ramadhan, senyum sapa dari saya denny aby untuk para sobat blogger di bulan yang suci dan penuh berkah ini....visit balik ya sob..

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikum salam....trimakasih kunjungannya sob..and slmt menunaikan ibadah puasa...salam..

      Hapus
  6. Selamat menunaikan ibadah puasa. Salam kenal gan. Hebat ya bukit bangkirai. Kapan kapan mau dech rekreasi ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 gan smg puasa kita kali ini lebih sempurna...trimakasih kunjungannya..and salam kenal kembali...

      Hapus
  7. Mantaps bukit bengkirai, saya pernah kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih kunjungannya sob...salam..

      Hapus
  8. Track-x sangat menantang ya. Tapi keindahan disekitar pasti kalahkan semua,
    Nice post sobat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih kunjungannya sob..salam..

      Hapus
  9. indah sekali sepertinya bukit bangkirai

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih kunjungannya sob..salam..

      Hapus